FENOMENA TABARRUK YANG SALAH KAPRAH
- Kasus 1: Pengikut al-Hallaj Para pengikut tokoh Sufi al-Hallaj berlebihan dalam mengambil berkah, bahkan dari air kencing dan kotorannya.
- Kasus 2: Puntung Rokok Wali di Nganjuk Seorang santri dari Jombang mengunjungi seorang wali di Nganjuk. Seorang wali laki-laki muncul tanpa busana di ruang tamu wanita. Setelah merokok dan membuang puntungnya, para ibu berebut mengambilnya. Seorang ibu menyuruh anaknya mengisap puntung rokok tersebut agar mendapat keberkahan dan menjadi anak pandai.
- Kasus 3: Nisan Makam Pengajar Ijay di Martapura Sekitar satu bulan setelah pemakaman, nisan kuburan Pengajar Ijay hampir ambruk karena puluhan atau ratusan orang berziarah setiap hari untuk menciumi dan mengusap-ngusapnya.
HAKIKAT BERKAH DALAM ISLAM
Mencari keberkahan dalam hidup (ilmu, harta, keluarga, usaha) dianjurkan dalam Islam, termasuk dalam salam: “Assalamu alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu”. Masalah: Banyak kaum muslimin salah kaprah dalam mencari keberkahan melalui:
- Hal-hal yang tidak mendatangkan keberkahan menurut Islam
- Cara yang tidak sesuai tuntunan Nabi Muhammad ﷺ
- Praktik budaya jahiliyyah
RUANG LINGKUP PEMBAHASAN
Tiga fokus utama:
- Hukum tabarruk dengan kuburan Nabi ﷺ dan orang shalih
- Hukum tabarruk dengan benda yang diklaim sebagai peninggalan Nabi ﷺ
- Klarifikasi syubhat, terutama klaim bahwa Imam Ahmad bin Hanbal membolehkan tabarruk dengan kuburan
TUJUAN
- Menjaga kemurnian tauhid dari noda syirik
- Melindungi umat dari syubhat yang beredar
- Merespons topik kontroversial di kalangan kaum Muslimin
- Memberikan pencerahan tentang tauhid
